Sekilas Info
Ikuti survey dibayar dolar
Buku Yang perlu Anda miliki

Bank untuk Para Pengemis
Suatu hari di tahun 1974, di Jobra, sebuah desa di Bangladesh, seorang guru besar ilmu ekonomi dari Universitas Chittagong melakukan kunjungan ke lapangan. Sebagai lulusan yang baru kembali dari sebuah universitas terkemuka di Amerika Serikat, sang profesor tentu saja berpikir bagaimana menerapkan subsidi atau insentif untuk menggerakkan ekonomi.
Tetapi apa yang dilihatnya secara riil di Jobra hari itu telah menimbulkan pengaruh yang sangat besar bagi hidup profesor itu di kemudian hari dan hidup jutaan orang miskin di seluruh dunia.
Ruang ICU, Galelia II, Galelia III dan Galelia IV RS Bethesda
Datasolusindo Software Development
datasolusindo@yahoo.co.id/
Untuk bisa mendapatkan contoh program secara gratis silahkan download ke :
http://datasolusindos.blogspot.com/
Rabu, 25 Juni 2008
Dari Resep Kacang Hijau - Tercipta Hati Tiruan
Tekstur dan rasa hati tiruan sangat mirip dengan hati asli. Ingin membuatnya? Simak resepnya yang disusun oleh Ayu dan Rini, sepasang wanita kembar asal Singaraja, Bali.
Sambal goreng hati, semur atau rendang hati, adalah sajian resep populer dari hati sapi yang disuka banyak orang. Termasuk Anda? Selain sedap, hati juga memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Itu mengapa, para dokter dan ahli gizi hampir selalu menganjurkan hati sapi sebagai 'makanan wajib' kepada para ibu hamil dan penderita anemia (kurang darah).
Hanya saja, di balik kelezatannya, Anda mesti mewaspadai aneka olahan dari hati. Mengapa? Ini karena kandungan lemak jenuh dan protein non-esensial dalam hati yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah serta meningkatkan risiko pengapuran tulang. Artinya, dalam jangka panjang, jika Anda mengonsumsi olahan dari hati sapi secara berlebihan bisa menimbulkan ekses kesehatan yang tidak menguntungkan. Risiko terkena penyakit jantung dan osteoporosis dengan sendirinya akan meningkat.
Beberapa penelitian juga menunjukkan, struktur anatomi tubuh kita tidak sesuai untuk mencerna hati, sehingga kelak akan berubah menjadi toksin. Nah, kalau Anda gemar menikmati sambal goreng hati atau rendang hati, namun tak mau menanggung ancaman makin bertumpuknya kolesterol dalam darah, cobalah untuk mengganti resep hati sapi dengan resep hati tiruan. Mungkin Anda bertanya, bagaimana cara membuat resep hati tiruan ini? Tidak sulit kok membuatnya. Begitupun bahan-bahannya. Anda cukup menyediakan kacang hijau, garam, dan bawang putih.
Hati tiruan ini memang terbuat dari kacang hijau. Karena terbuat dari kacang hijau, maka jangan sangsikan nilai gizinya. Protein yang terkandung dalam hati nabati ini dua kali lebih tinggi dibanding kandungan protein dalam hati hewani. Kacang hijau juga kaya zat amylum, besi, belerang, kalsium, lemak tak jenuh, mangan, magnesium, niasin, vitamin B1, A, E, thiamin, folat, serat dan senyawa fitokimia canavanine yang dapat melumpuhkan bibit beberapa jenis kanker. Selain sarat gizi, hati nabati juga lebih ekonomis, mudah dibuat dan diolah, serta cocok dikonsumsi oleh siapa saja. Penderita stroke, jantung, hipertensi, dan autis pun dapat mengonsumsi hati nabati ini.
Mirip hati asli
Jangan khawatir soal rasa, sebab cita rasa hati tiruan nyaris sama dengan hati sapi asli. Hati tiruan juga bisa diolah menjadi beragam resep masakan. Dibuat resep sambal goreng, sangat enak. Begitupun ketika diolah menjadi semur atau rendang. Itu mengapa, olahan dari hati tiruan kerap hadir di meja makan keluarga saya. ''Wah, enak sekali,'' begitu komentar saudara dan orangtua saya di rumah.
Hati tiruan ini merupakan hasil 'kolaborasi ide' antara saya, Made Ayu Sukarini (Ayu), dan saudara kembar saya, Nyoman Kembarini (Rini). Ketika ide itu muncul beberapa tahun lalu, kami berpikir,''Kalau kedelai bisa dibuat makanan bergizi seperti tempe dan tahu, pastilah kacang hijau juga bisa.'' Berangkat dari ide itu, kami segera membuat serangkaian uji coba, hingga akhirnya tercipta hati tiruan dengan tekstur dan cita rasa yang mirip dengan hati asli. O ya, kami yang lahir pada 5 November 1984, memang suka memasak sejak kecil. Selain itu, kami juga hobi menulis. Berkat hobi menulis itu, sejumlah buku telah kami hasilkan, salah satunya berjudul Daging Tiruan.
Resep Membuat Hati Nabati
Anda berniat menyajikan hati nabati untuk keluarga tercinta? Jika begitu, simak resep membuat hati dari kacang hijau berikut ini. Biar lebih lengkap, praktikkan pula resep sambal gorengnya. Keluarga Anda pasti suka.
Bahan:
250 gram kacang hijau, rendam resep hingga mengembang, haluskan 4 siung bawang putih, haluskan
Garam secukupnya
Cara membuat:
1. Campur semua bahan resep menjadi satu.
2. Tuang adonan resep ke dalam loyang yang telah dialasi daun pisang atau plastik. Kukus hingga matang. Angkat, dinginkan.
3. Iris-iris sesuai keperluan. Siap diolah menjadi aneka masakan.
Resep Sambal Goreng Hati Tiruan
Bahan:
500 gram hati tiruan, potong dadu, goreng
2 lembar daun salam
250 ml santan (dari 1/2 butir kelapa)
Haluskan:
10 buah cabai merah
1 buah tomat
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 sendok teh terasi
1/2 sendok teh gula merah
Penyedap rasa, secukupnya
Garam, secukupnya
Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus dan daun salam hingga harum.
2. Masukkan hati tiruan. Aduk rata.
3. Tuangi santan. Masak sampai mantang dan kuah mengental.
4. Angkat dan sajikan.
Resep siap dihidangkan dan selamat mencoba resep ini. ***
Jumat, 20 Juni 2008
Peringkat Produk
Rabu, 04 Juni 2008
BBM Naik, Gizi Buruk Meningkat
BBM Naik, Gizi Buruk Meningkat
Gizi.net - ANGKA kasus kurang gizi dan gizi buruk dikhawatirkan akan meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk itu, pemberian bantuan langsung tunai atau BLT perlu disertai dengan sosialisasi pengetahuan gizi kepada penerima bantuan agar dana bantuan dari pemerintah itu tepat sasaran dan memberi manfaat yang sangat bermakna bagi perbaikan gizi masyarakat.
Faktor utama yang langsung mempengaruhi status gizi masyarakat adalah tingkat konsumsi pangan dan status kesehatan. Dengan naiknya harga BBM, maka harga produk pangan akan naik sehingga bisa menurunkan tingkat konsumsi pangan di kalangan masyarakat, kata Martianto Drajat dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (3/6), saat dihubungi dari Jakarta.
Terkait hal itu, pemerintah harus segera mengantisipasi masalah tersebut dengan meningkatkan sosialisasi mengenai pola pengasuhan pada anak. Di tengah krisis pangan yang diperparah oleh kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok, para orang tua harus memprioritaskan kebutuhan gizi pada anak mereka terutama yang masih berusia di bawah lima tahun.
Selain itu, pemerintah diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan langsung tunai pada masyarakat miskin tanpa disertai pendampingan bagaimana pengelolaan keuangan keluarga yang tepat. Tanpa adanya sosialisasi mengenai pengetahuan gizi keluarga, bantuan itu tidak akan memberi dampak secara bermakna bagi perbaikan gizi masyarakat miskin.
Direktur Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Ina Hernawati menyatakan, Depkes secara rutin telah melakukan berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat. Salah satunya, dengan memberikan makanan pendamping ASI bagi anak-anak balita dalam kegiatan posyandu di seluruh provinsi di Tanah Air. "Kami juga mengimbau agar masyarakat melakukan diversifikasi pangan sehingga tidak lagi tergantung pada beras sebagai sumber makanan pokok, " ujarnya.
Untuk menanggulangi masalah gizi kurang, dalam jangka pendek pemerintah melakukan perawatan kasus di rumah sakit sesuai prosedur yakni mengatasi keadaan kritis, mengobati penyebab penyakit dan menaikkan berat badan. Pada fase pemulihan, dilakukan upaya peningkatan status gizi dari gizi buruk jadi gizi baik melalui pemberian makanan bergizi dan waktu kontrol ulang di puskesmas atau RS.
Secara periodik, kader melakukan surveilans ulang kasus balita gizi kurang serta pemberian makanan pendamping ASI bagi balita usia enam sampai 24 bulan dari keluarga miskin. Pemerintah juga melakukan sosialisasi perbaikan pola asuh pemeliharaan balita seperti promosi pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi umur enam bulan, penimbangan berat badan balita secara teratur di posyandu untuk deteksi dan rujukan dini kasus gizi kurang.
Berdasarkan data Depkes, jumlah kasus gizi kurang dan gizi buruk menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2004, jumlah balita gizi kurang dan gizi buruk sebanyak 5,1 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2006, jumlah balita gizi kurang dan bur uk turun jadi 4,28 juta anak, dan 944.246 orang di antaranya balita risiko gizi buruk.
Pada tahun 2007, angka kasus balita gizi kurang dan buruk turun lagi jadi 4,13 juta anak, dan 755.397 orang di antaranya tergolong balita risiko gizi buruk. Sedangkan h asil surveilans gizi menunjukkan, kasus gizi buruk yang ditemukan dan ditangani 76.178 (tahun 2005), kemudian turun jadi 50.106 penderita (2006), dan tahun 2007 ada 39.080 orang.
Penulis: Evy Rachmawati
Sumber: http://www.kompas.com
Selasa, 03 Juni 2008
Menyambut Hari Ulang Tahun Yang ke 109 RS Bethesda

Soft Opening "Cakery & Coffee Shop" , Sabtu Tanggal 17 Mei 2008
Mengenai tarifnya sangat sesuai dengan kantong orang "Jogja"
Pas dengan waktu buka Klinik ( klinik pagi dan klinik sore)
Sedangkan menu-menunya bisa Anda lihat seperti dibawah ini.
Selamat Ulang Tahun ...

Jalan Sehat bersama te
man-teman Instalasi Gizi RS BethesdaJogja 19 Mei 2008
Japanese Food
Alhamdulillah kbr baik..
maaf mba siti br bisa ksh resep masakan jepangnya nih..aku ksh 2 resep dl ya,mungkin ini utk kami disini yg mudah untuk dimasak dan favorit kami..
smoga memuaskan ya resep nya..
Miso Siru
Bahan:
200 gram tofu,dipotong dadu
5 buah jamur shitake kering,direndam air panas 5 menit kemudian tiriskan,di iris tipis.
2 lembar daun bawang,di iris halus
4 sdm miso/tauco jepang
1 sdt dashi (kaldu ikan bubuk ato klo tdk ada bisa diganti kaldu bubuk biasa)
1 lt air
Cara Membuat:
Rebus air,miso dan dashi bubuk hingga mendidih. Masukkan tofu dan jamur. Masak hingga jamur matang,angkat.
Sajikan miso soup dgn taburan irisan daun bawang.
KARAAGE
Bahan:
250 gram daging paha ayam beserta kulitnya,dipotong2 sesuai selera
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Adonan pelapis:
75 gram tepung kentang
3 sdm makan tepung terigu
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt bawang putih bubuk
1 sdt garam
Bumbu Rendaman:
2 siung bawang putih,diparut
1 cm jahe,diparut, diperas,diambil airnya
1/2 sdt merica bubuk 2 sdm kecap asin
1 butir telur
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula putih
1/2 sdt garam
Cara Membuat:
Campur semua bahan bumbu rendaman,aduk rata,sisihkan.
campur semua bahan adonan pelapis,aduk rata.
Masukkan potongan ayam kedalam bumbu rendaman,aduk rata,biarkan selama 2 jam agar bumbu meresap.
Setelah itu,Lapisi setiap potongan ayam dgn adonan pelapis,aduk hingga semua permukaan tertutup.
Goreng dalam minyak yg banyak dan panas hingga kuning kecoklatan,angkat, tiriskan.
Sajikan dengan kentang goreng dan sambal botol,bisa jg disajikan dgn nasi panas.
----- Pesan Asli ----
Dari: Siti Octaviani <aisyahasnah@ gmail.com>
Resep Rahasia Umur Panjang
Meski bertubuh pendek, orang Jepang berumur panjang. Sebut saja nama Okinawa. Provinsi di utara Tokyo ini adalah surga manusia lanjut usia. Ketika Prof Hardiansyah melakukan riset di Okinawa 20 tahun silam, ia menemukan banyak penduduk berusia 140 tahun di situ. Bahkan, kata dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) itu,''Ada yang sampai 160 tahun,''.
Jepang adalah sebuah fenomena. Satu dasawarsa sebelum Perang Dunia II, usia harapan hidup (UHH) orang Jepang hanya 45 tahun. Tapi kini, rata-rata penduduk Jepang meninggal pada usia 82,4 tahun -- UHH tertinggi di dunia. Jepang melampaui semua negara Barat soal UHH, termasuk Amerika Serikat (AS), negeri yang menaklukkannya pada Perang Dunia II. Bagaimana dengan Indonesia? Penduduk negeri ini hidup lebih sebentar ketimbang warga Jepang, yakni hingga usia rata-rata 70,9 tahun. Sukses orang-orang Jepang adalah sebuah pesan yang tegas : siapa pun berpeluang meningkatkan usia harapan hidupnya.
Pakar andrologi dari Universitas Udayana Denpasar, Prof Dr dr Alex Pangkahila SpAnd MSc, menilai umur panjang bisa 'direkayasa'. Caranya, kata dia, dengan melakukan pola hidup sehat. Pola hidup, sambung Alex,''Berpengaruh sekitar 64 persen terhadap umur manusia. Selebihnya adalah faktor penyakit, lingkungan dan genetika,''. Tak syak lagi, pola hidup yang utama adalah pola makan. Dalam risetnya dua dasawarsa silam, Prof Hardinsyah menemukan pola makan unik yang dilakoni penduduk Okinawa.
''Warga di sana tak mengenal kata gorengan,'' kata ketua umum Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia. Semua pangan dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dibakar. Inilah rahasia umur panjang penduduk Okinawa : pola makan bebas lemak . Seperti mengamalkan slogan back to nature, penduduk Okinawa amat doyan sayuran dan umbi-umbian. Mereka memetik sendiri sayuran di depan rumahnya sebagai makanan sehari-hari. Sayuran-sayuran ini tanpa pestisida. Adapun sumber pangan utama adalah ubi merah, tanaman lokal yang tumbuh subur di daerah tersebut. Sebagai menu tambahan, penduduk Okinawa menyantap ikan laut, rumput laut, dan buah paria. Tak ada junk food. Tak ada produk makanan olahan dalam kaleng.
Toh, ini adalah resep universal. Apih Tajidin, yang terpisah jarak ribuan kilometer dari Okinawa, sudah melakoni pola makan serba alami dan tanpa lemak selama delapan dasawarsa. Warga desa Pakenjeng, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, itu menuai hasilnya kini : usianya terhitung panjang, 88 tahun, dan badannya pun masih tampak perkasa.
Apih perkasa dalam arti sesungguhnya. Saban hari usai beduk subuh, kakek 11 anak itu sudah bergegas berangkat ke sawah untuk mencangkul hingga matahari tegak di atas kepala. Yang menyamakan Apih dengan penduduk Okinawa adalah ia pantang melahap makanan berlemak. Apih mengaku cuma makan daging-dagingan saat hari-hari besar saja. Apih juga fanatik terhadap terhadap sayur-sayuran alami. Ia memetik hasil bumi seperti ketimun, tomat, daun katuk, atau terong sebelum menyantap makan siang kiriman istrinya. Sayur-sayuran ini, kata dia,''Bisa membikin awet muda,'' ia tertawa.
Soal pola makan, tak diragukan lagi jika penduduk Okinawa amat pintar merawat lambung. Empat belas abad lalu Nabi Muhammad SAW mengajarkan 'berhentilah makan sebelum kenyang', dan warga Okinawa punya filosofi yang kurang lebih serupa : makan hanya 8/10 kenyang. Hara hachi bu! Ini satu lagi resep rahasia umur panjang para lansia Okinawa.
Lambung manusia, menurut Hardinsyah, terdiri atas 1/3 ruang udara, 1/3 ruang air, dan 1/3 ruang makanan. Kalau jumlah makanan melabrak ruang-ruang lainnya,''Itu sama saja mengajak lambung bekerja lebih keras,'' tuturnya.
Ketelatenan R H Abdulah (84 tahun) merawat lambung membuahkan bonus umur baginya. Sejak kecil, warga Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, ini mengaku amat jarang bersantap hingga kekenyangan. Malah, sejak bangku setingkat SMP pada 1930-an, Abdulah hingga kini tak pernah alpa puasa Senin dan Kamis. Hasilnya? Tubuh dia selalu bugar. ''Saya enggak pernah sakit keras,'' tutur pria yang kerap naik turun bus antarkota sendiri.
Toh, pola makan yang sehat bukanlah segala-galanya. Rahasia umur panjang ternyata tak hanya terletak di lambung, tetapi juga di dada. ''Perlu gaya hidup dan sikap mental positif agar kita panjang usia,'' tutur konsultan geriatri RS Dr Sardjito/FK UGM dr Probosuseno, SpPD-Kger. Nah, salah satu sikap positif yang wajib dimiliki adalah ikhlas. Berserah diri kepada Tuhan, bersyukur jika mendapatkan yang diinginkan, bersabar jika tak memperoleh yang diimpikan. Inilah pil paling mujarab untuk melawan stres.
Sikap ikhlas mengejewantah pada diri Adung Arba (91 tahun) dengan amat sederhana. Warga Sindangjaya, Mandalajati, Bandung, ini sudah cukup terlatih untuk memandang enteng peristiwa getir. Semua masalah dibuatnya ringan. Bahkan soal kematian pun bisa diobrolkan sembari ngopi.
Ketika Republika menemuinya, Rabu (3/1), Adung memberi oleh-oleh sepotong cerita. ''Saya pernah mendengar kisah bahwa di akhir zaman ini akan turun dajjal. Padahal, yang benar turun adalah bujal (pusar,red), karena sekarang banyak wanita pakai rok mini,'' ungkap kakek 27 cucu dan sembilan buyut itu sembari terkekeh. Itulah resep hidup Arba yang membuatnya tetap bugar di usia senja. ***
Kolesterol Harus Dilawan
Masalah kolesterol bisa membuat seseorang terkena serangan jantung atau stroke. Tapi, bagaimana cara melawan dan mengendalikan kolesterol? Ihin (35 tahun) harus membuat keputusan bulan September lalu. ''Kalau begini caranya, harus dilawan,'' tegas Ihin, karyawan perusahaan di Pasar Minggu, Jakarta.
Maka, ia pun rajin berolahraga. Paling tidak, dua kali seminggu ia berolahraga aerobik. Selain itu, ia juga rajin mengonsumsi buah-buahan.
Ia tak mau kolesterol low density lipoprotein (LDL)-nya melampaui angka 130 mg/dL. Maka, ketika September lalu ia mengetahui kolesterol LDL-nya mendekati angka 130 mg/dL, ia segera membuat keputusan memperbaiki pola hidupnya.
Jauh sebelumnya, Kamal (43 tahun), juga harus membuat keputusan serupa, setelah mengetahui kolesterol LDL-nya di atas 130 mg/dL. Ia lantas menghentikan kebiasaan memakan makanan resep gorengan, berhenti memakan daging, dan rajin memakan buah-buahan. ''Sekarang saya harus hati-hati terhadap resep makanan,'' kata Kamal, warga Tangerang. Kamal tak ingin, masalah kolesterol ini membuat dirinya terkena serangan jantung atau stroke.
Mereka berdua mengaku mendapat nasihat dokternya agar tak membiarkan kolesterol LDL melebihi angka 130 mg/dL. Angka ini adalah angka aman untuk terhindar dari penyakit jantung. Jika Anda memakan makanan berlemak, makanan itu akan dibawa ke hati, dan lemak akan diolah di sana. Tanpa pasokan kolesterol dari makanan berlemak, hati sebenarnya sudah bisa memproduksi kolesterol, sebanyak 1.000 mg per hari.
Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh. Kolesterol adalah lemak esensial. Wujudnya lembut seperti lilin. Ia bahan penting untuk membentuk membran pada sel di badan yang sehat. Kolesterol itu mendapat tugas membawa lemak ke bagian tubuh yang membutuhkan lemak untuk tenaga, seperti di punggung dan perut.
Ada tiga paket kolesterol yang dibentuk hati. Pertama very low density lipoprotein (VLDL), LDL, dan high density lipoprotein (HDL). VLDL bertugas membawa lemak ke bagian lain tubuh, lantas berubah menjadi LDL. Jika berlebih, serpihannya akan menempel di dinding saluran darah. Beruntung, HDL akan membersihkan serpihan LDL itu, untuk dibawa kembali ke hati dan diolah lagi.
Tapi, jika Anda terlalu banyak memakan resep makanan yang mengandung banyak lemak, berarti dibutuhkan banyak kolesterol untuk mengangkut lemak itu. Di sinilah persoalan muncul, karena sistem pengangkutan lemak dalam darah itu akan terganggu oleh kehadiran kolesterol yang berlebih. Terlalu banyak memakan resep makanan berlemak, membuat hati akan semakin banyak memproduksi VLDL. Hal ini memungkinkan jumlah LDL bisa lebih dari 130 mg/dL. Selanjutnya, serpihan LDL juga semakin banyak. Jika jumlah HDL kurang, mengakibatkan pengangkutan serpihan LDL ke hati menjadi berkurang. Serpihan LDL akan semakin menumpuk di dinding saluran darah ke jantung dan otak. Dalam waktu lama akan menyumbat saluran arteri itu.
Menurut laporan American Heart Association (AHA), sumbatan lempengan di arteri itu bisa menghalangi aliran darah ke jantung. Akibatnya bisa terjadi serangan jantung. Jika yang dihalangi adalah aliran darah ke otak, akibatnya bisa memunculkan stroke.
Itulah sebabnya, LDL disebut kolesterol jahat. AHA menganjurkan, pengonsumsian kolesterol dari resep makanan sebaiknya tak lebih dari 300 mg dalam sehari. ''Kolesterol diperlukan tubuh agar berfungsi secara normal. Tetapi tubuh Anda juga memproduksi kolesterol secara cukup, sehingga Anda tak membutuhkan kolesterol dari makanan,'' tulis AHA.
Agar pengangkutan serpihan LDL dalam tubuhnya tak terganggu, Darma (35 tahun) juga rajin berolahraga sejak tiga bulan lalu. ''Saya berolahraga empat kali seminggu,'' ujar karyawan bagian sumberdaya manusia, perusahaan nasional di kawasan Warung Buncit itu.
Dengan berolahraga, Darma berupaya kadar HDL-nya tetap normal, berkisar 40-50 mg/dL. Ia tak mau kadar HDL-nya terus turun hingga berada di bawah 35 mg/dL. Menurut catatan AHA, Anda bisa diindikasikan rawan serangan jantung jika kadar HDL Anda rendah, di bawah 35 mg/dL. AHA menyebutkan berolahraga secara rutin bisa membantu meningkatkan kadar HDL dalam tubuh.
Tiga bulan lalu, kandungan kolesterol Darma mencapai di atas 300 mg/dL. Kondisi baik jika kadar kolesterol di bawah 200 mg/dL (lihat tabel 1). ''Kini sudah turun menjadi 217 mg/dL,'' kata Darma. Selain berolahraga, Darma juga harus memperbaiki kebiasaan makannya. ''Yang namanya makan soto Betawi, tadinya seminggu bisa dua kali. Kini tidak lagi,'' tambah Darma. Makanan resep gorengan juga sudah ia hindari. Pemakaian minyak goreng juga ia perbaiki. Ia memilih memakai minyak kelapa sawit ataupun minyak jagung, dan tak lagi menggunakan minyak yang telah dipakai.
Minyak kelapa sawit dan juga minyak zaitun, minyak wijen, minyak canola, sayur, adalah minyak yang mengandung lemak takjenuh tunggal. Lemak takjenuh jenuh tunggal menurut catatan Yayasan Jantung Indonesia, mempunyai pengaruh yang sedikit terhadap peningkatan kadar kolesterol. Sedangkan minyak jagung, dan minyak repeseed, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak ikan, margarine, mengandung lemak takjenuh ganda. Lemak takjenuh ganda, menurut catatan Yayasan Jantung Indonesia bisa menurunkan kadar kolesterol.
Tabel 1:
Total kolesterol dalam mg/dL Klasifikasi
Kurang dari 200 Baik
Antara 200 dan 239 Batas risiko tinggi
Di atas 239 Risiko tinggi
HDL di bawah 35 Risiko tinggi
LDL di atas 130 Risiko tinggi
Sumber: AHA
Menurut AHA, bila kolesterol Anda di bawah 200 mg/dL dan HDL Anda di atas 35 mg/dL, kondisi Anda baik-baik saja. meski kolesterol Anda terjaga, tapi jika Anda merokok, dan meminum minuman beralkohol, Anda tetap mempunyai risiko terkena penyakit jantung.
Bila kolesterol Anda 200 - 239 mg/dL, Anda berada di garis batas. Anda berisiko terkena serangan jantung dua kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang berkolesterol di bawah 200 mg/dL.
Bila kolesterol Anda 240 mg/dL atau lebih, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. Apalagi jika HDL Anda di bawah 35 mg/dL.
Menghindari lemak
Sebanyak 30 persen (15 juta kematian) dari total kematian di dunia, menurut catatan WHO, ternyata disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Di Amerika, menurut Economic Research Service, sebanyak 20 persen penderita jantung terhindari dari serangan jantung dengan melakukan pola hidup sehat.
Pertanyaan-pertanya an berikut (yang disusun Merck Sharp & Dohme) bisa Anda jadikan panduan pola hidup sehat Anda.
Tandai jika Anda menjawab ya:
1. Makanan yang Anda beli
- Anda banyak membeli makanan cepat saji
- Anda membeli mentega dan lain-lain hasil susu penuh lemak seperti susu krim dan keju
- Anda membeli daging, tulang rusuk, dan daging berlemak
2. Makanan yang Anda makan
- Anda banyak memakan makanan yang digoreng
- Anda suka makanan berkuah dan bersaus
- Apabila makan di luar, Anda memilih makanan yang enak dan
bukan untuk kesehatan
3. Cara hidup Anda
- Anda melambat-lambatkan mengurangi berat badan
- Anda tidak menyediakan waktu untuk bersenam/olahraga
- Anda tidak pernah mengetes kadar kolesterol Anda, ataupun
sudah lima tahun atau lebih Anda tak mengetesnya
Jika lebih banyak tanda ya, berarti Anda mempunyai risiko berkolesterol tinggi. (Merck Sharp & Dohme, 2000)
Merck Sharp & Dohme menganjurkan agar menghindari minyak berlemak takjenuh dari hewan, mentega, santan kelapa, karena bisa meningkatkan kolesterol. Sedangkan minyak kelapa, keju keras, lemak hewani, mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Karenanya, menurut Yayasan Jantung Indonesia, jangan mengonsumsi secara berlebihan. Selain itu, hindari makanan yang berlemak (lihat tabel 2)
Tabel 2
Kandungan Kolesterol dari per 10 gr makanan
Nama makanan (per 10 gr) Kolesterol (Mg) Kategori
1. Putih telor ayam 0 Sehat
2. Teripang (haisom) 0 Sehat
3. Ubur-ubur 0 Sehat
4. Susu sapi nonfat 0 Sehat
5. Daging ayam pilihan tanpa kulit 50 Sehat
6. Daging bebek pilihan tanpa kulit 50 Sehat
7. Ikan sungai biasa 55 Sehat
8. Daging sapi pilihan tanpa lemak 60 Sehat
10. Daging kelinci 65 Sehat
11. Daging kambing tanpa lemak 70 Sehat
12. Ikan ekor kuning 85 Sehat
13. Daging asap (ham) 98 Sekali-sekali
14. Iga sapi 100 Sekali-sekali
15. Iga binatang haram seperti babi 105 Sekali-sekali
16. Daging sapi 105 Sekali-sekali
17. Burung dara 110 Sekali-sekali
18. Ikan bawal 120 Sekali-sekali
19. Daging sapi berlemak 125 Sekali-sekali
20. Gajih sapi 130 Hati-hati
21. Gajih kambing 130 Hati-hati
23. Keju 140 Hati-hati
24. Sosis daging 150 Hati-hati
25. Kepiting 150 Hati-hati
26. Udang 160 Hati-hati
27. Kerang/Siput 160 Hati-hati
28. Belut 185 Hati-hati
29. Santan kelapa 185 Berbahaya
31. Susu Sapi 250 Berbahaya
32. Susu Sapi Cream 280 Berbahaya
33. Coklat/Cacao 290 Berbahaya
34. Mentega/Margarin 300 Berbahaya
35. Jeroan sapi 380 Berbahaya DAN HARAM DIMAKAN
37. Kerang putih/remis/ Tiram 450 Berbahaya
38. Telor Ayam 500 Berbahaya
39. Jeroan Kambing 610 Berbahaya
40. Cumi-cumi 1.170 Pantang
41. Kuning telor ayam 2.000 Pantang
42. Otak Sapi 2.300 Pantang
43. Telor burung puyuh 3.640 Pantang
Sumber: Singapore General Hospital
Jika Anda membeli makanan kemasan, perhatikan tabel kandungan gizinya. Dalam tabel itu, berapa kandungan kalorinya? Berapa kalori yang berasal dari lemak? Merck Sharp & Dohme menyebutkan, takaran yang baik untuk kandungan kalori dari lemak adalah di bawah 30 persen dari jumlah kalori yang ada. Yayasan Jantung Indonesia malah menganjurkan kandungan kalori dari lemaknya kurang dari 25 persen dari total kebutuhan kalori (10 persen lemak jenuh dan 15 persen lemak takjenuh. Misalnya, jumlah kalorinya 110, dan kalori dari lemak 90, berarti 81,8 persen kalori berasal dari lemak (lihat tabel 3).
Tabel 3
Bahan:
Cokelat bubuk, glukosa, susu skim bubuk,
minyak sayur, mentega, vanili, garam
Kandungan Gizi:
Takaran saji 20 gram
Jumlah saji per kemasan 1 bungkus
Jumlah per saji:
Kalori 110 Kkal
Kalori dari lemak 90 Kkal
Kebutuhan kalori per hari 2.000 Kkal
Total lemak kurang dari 65 gram
lemak jenuh kurang dari 20 gram
Kolesterol kurang dari 300 mg
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan bahan utama makanan kemasan itu. Jika misalnya terdapat mentega, keju, krim, minyak hidroginat, mentega, makanan tersebut berkemungkinan mengandung banyak lemak. Jika misalnya takarannya besar, dimungkinkan makanan itu mengandung kolesterol tinggi.
Untuk menghindari kolesterol dari makanan, Anda juga bisa melakukannya dengan cara mengubah cara masak seperti dengan:
- Memakai microwave, rebus, panggang, bakar, atau kukus, tanpa menambah bahan makanan berlemak.
- Memakai semburan atau alat memasak tidak melekat.
- Buang lemak berlebihan dari daging dan kulit dari daging ternakan sebelum dimasak.
- Kurangi takaran dari resep atau ganti bahan dalam resep itu. Misalnya, jika resep membutuhkan satu kuning telur (satu kuning telur saja mengandung 213 mg kolesterol), satu kuning telur itu, seperti direkomendasikan AHA, bisa diganti dengan dua putih telur.
Pada tahun 2000, Ogilvy Asia melakukan penelitian tentang eating disorder di Indonesia dan Asia. Temuannya, masyarakat mengalami stres akibat perubahan pola makan, sehingga sebanyak 87 persen responden menginginkan pemerintah segera memberi penyuluhan tentang makanan yang sehat.
Semoga saja, Anda tidak masuk ke dalam kategori yang terkena stres. Atau, kalau terkena, kini sudah berancang-ancang untuk segera keluar dari pusaran pola hidup tak sehat itu, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan yang sehat. ''Dengan cara inilah saya harus melawan kolesterol,' ' tegas Ihin. Priyantono Oemar ***![]()



